BAB IV
ANALISIS SISTEM
ANALISIS SISTEM
A. Pengertian
Analisis Sistem
-Menurut
Yogiyanto (1995) analisis sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi
yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang
terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
-Menurut
Kristanto (2003) analisis sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan
menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan
menggunakan keduanya untuk memperbaiki sistem.
B. Perlunya
Analisis Sistem Dalam Pengembangan Sistem
Fase analisis sistem memberikan pemahaman tentang sistem yang sudah ada
dan menemukan peluang untuk pengembangan sistem menjadi lebih baik serta
memenuhi kebutuhan bisnis. Karena itu fase ini menjadi acuan penting dalam
proyek pengembangan sistem informasi.
C. Langkah-Langkah
Dalam Analisa Sistem
Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah :
1.Identify, mengidentifikasi masalah
Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan
dalam tahap analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu
pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan
sasaran dari sistem tidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah pertama yang
harus dilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu
masalah-masalah yang terjadi. Tugas yang harus dilakukan analis sistem adalah :
-Mengidentifikasi penyebab masalah
Analis sistem harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang aplikasi
yang sedang dianalisisnya. Untuk aplikasi bisnis, analis sistem perlu mempunyai
pengetahuan tentang sistem bisnis yang diterapkan di organisasi, sehingga dapat
mengidentifikasi penyebab terjadinya masalah ini. Tugas mengidentifikasi
penyebab masalah dimulai dengan mengkaji ulang terlebih dahulu subyek
permasalahan yang telah diutarakan oleh manajemen atau yang telah ditemukan
oleh analis sistem ditahap perencanaan sistem.
-Mengidentifikasi titik keputusan
Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya
juga harus mengidentifikasikan titik keputusan penyebab masalah
tersebut. Titik keputusan menunjukkan suatu kondisi yang menyebabkan
sesuatu terjadi.Analis sistem bila telah dapat mengidentifikasi terlebih dahulu
titik-titik keputusan penyebab masalah, maka dapat memulai penelitiannya di
titik-titik keputusan tersebut. Sebagai dasar identifikasi titik-titik
keputusan ini, dapat digunakan dokumen paperwork flow atau form
flowchart bila dokumentasi ini dimiliki oleh perusahaan.
-Mengidentifikasi personil-personil kunci
Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat
diidentifikasi beserta lokasi terjadinya, maka selanjutnya yang perlu
diidentifikasi adalah personil-personil kunci baik yang langsung maupun yang
tidak langsung dapat menyebabkan terjadinya masalah tersebut. Identifikasi
personil-personil kunci ini dapat dilakukan dengan mengacu pada bagan alir
dokumen perusahaan serta dokumen deskripsi kerja (job
description),
2. Understand, memahami kerja sistem yang ada
Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana
sistem yang ada beroperasi. Diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara
melakukan penelitian. Bila di tahap perencanaan sudah pernah diadakan
penelitian, sifatnya masih penelitian pendahuluan (preliminary survey).
Sedangkan pada tahap analisis sistem, penelitiannya bersifat penelitian terinci
(detailed survey). Analis sistem perlu mempelajari apa dan bagaimana
operasi dari sistem yang ada sebelum mencoba untuk menganalisis permasalahan,
kelemahan dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi
pemecahannya. Sejumlah data perlu dikumpulkan, dengan menggunakan teknik
pengumpulan data yang ada, yaitu wawancara,oberservasi, daftar pertanyaan dan pengambilan
sampel. Tugas yang perlu dilakukan di langkah ini adalah :
Menentukan jenis penelitian
Jenis penelitian perlu ditentukan untuk masing-masing titik keputusan
yang akan diteliti. Jenis penelitian tergantung dari jenis data yang diperoleh,
dapat berupa data tentang operasi sistem, data tentang perlengkapan sistem dan
pengendalian sistem.
Merencanakan jadwal penelitian
Supaya penelitian dapat dilakukan secara efisien dan efektif, maka
jadwal penelitian harus direncanakan terlebih dahulu yang meliputi dimana
penelitian akan dilakukan, apa dan siapa yang akan diteliti, siapa yang akan
meneliti, kapan penelitian dilakukan. Dari rencana jadwl ini, berikutnya
ditentukan ke dalam jenis penelitiannya masing-masing. Mengatur jadwal
wawancara, mengatur jadwal observasi, mengatur jadwal pengambilan sampel.
Membuat penugasan penelitian
Setelah rencana jadual penelitian dibuat, maka tugas dilanjutkan dengan
menentukan tugas dari masing-masing anggota tim analis sistem, yang ditentukan
oleh koordinator analis sistem melalui surat penugasan dengan menyertakan
lampiran kegiatan penelitian yang harus dilakukan.
Membuat agenda wawancara
Sebelum wawancara dilakukan, waktu dan materi wawancara perlu
didiskusikan. Rencana ini dapat ditulis di agenda wawancara dan dibawa selama
wawancara berlangsung. Tujuannya adalah supaya wawancara dapat diselesaikan
tepat pada waktunya dan tidak ada materi yang terlewatkan.
Mengumpulkan hasil penelitian
Fakta atau data yang diperoleh dari hasil penelitian harus dikumpulkan sebagai
suatu dokumentasi sistem lama, yaitu :
1. Waktu untuk
melakukan suatu kegiatan
2. Kesalahan
melakukan kegiatan di sistem yang lama
3. Pengambilan
sampel
4. Formulir dan
laporan yang dihasilkan oleh sistem lama
5. Elemen-elemen
data
6. Teknologi yang
digunakan di sistem lama
7. Kebutuhan
informasi pemakai sistem / manajemen
3. Analyze,
menganalisis system
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil
penelitian yang telah dilakukan.
Menganalisis Kelemahan Sistem
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan :
“apa yang dikerjakan ?”
“bagaimana mengerjakannya ?”
“siapa yang mengerjakan ?”
“dimana dikerjakan ?”.
Menganalisis kelemahan sistem sebaliknya dilakukan untuk menjawab
pertanyaan :
“mengapa dikerjakan ?”
“perlukah dikerjakan ?”
“apakah telah dikerjakan dengan baik ?”
Sasaran yang diinginkan oleh sistem yang baru ditentukan oleh kriteria
penilaian sebagai berikut relevance, capacity, efficiency, timeliness,accessibility, flexibility, accuracy, reliability,
security, economy,simplicity.
Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini, selanjutnya analis sistem akan
dapat melakukan analis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan
kelemahan dan permasalahan dari sistem yang ada.
Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai / Manajemen
Tugas lain dari analis sistem yang diperlukan sehubungan dengan sasaran
utama sistem informasi, yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para
pemakainya perlu dianalisis
4. Report,
membuat laporan hasil analisis
Laporan hasil analisis diserahkan ke Panitia Pengarah (Steering
Committee) yang nantinya akan diteruskan ke manajemen. Pihak manajemen
bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari
temuan-temuan dan analis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan
dalam laporan ini. Tujuan utama dari penyerahan laporan ini kepada manajemen
adalah :
- Analisis
telah selesai dilakukan
-Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis
oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
- Meminta
pendapat dan saran dari pihak manajemen
-Meminta
persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat
berupa meneruskan ke tahap disain sistem atau menghentikan proyek bila
dipandang tidak layak lagi)
Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu
dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat
memeriksa kembali kebenaran data yang telah diperoleh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar